
Setiap pagi, ia berjalan keliling membawa termos es. Bukan untuk jajan, tapi untuk bantu beli obat neneknya. Ia masih 6 tahun
Di usia 6 tahun, Satria telah mengenal arti kehilangan dan perjuangan. Ia tidak tinggal bersama ayah atau ibunya. Kedua orang tuanya telah bercerai, dan sang ibu kini pergi ke luar negeri demi mencari nafkah. Sementara itu, Satria hidup bersama nenek dan kakek yang sederhana, dalam rumah kosong milik orang lain yang mereka tumpangi sekadar untuk berteduh.
Nenek yang mengasuhnya kini sedang sakit-sakitan. Kesehariannya dijalani dengan tubuh lemah, namun tetap berusaha kuat demi cucu tercinta. Kakeknya pun tak bisa banyak diandalkan—seorang nelayan kecil yang penghasilannya sangat tak pasti, kadang ada, lebih sering tidak. Hidup mereka begitu bergantung pada keberuntungan hari itu.
Melihat kondisi keluarga yang sulit, Satria kecil memilih ikut membantu. Ia tidak mengeluh, tidak pula merengek seperti anak-anak seusianya. Dengan tangan mungil dan semangat besar, ia menjajakan es di pinggir jalan, dari pagi hingga siang, berharap dagangannya laku untuk menambah biaya makan dan obat neneknya. Sungguh, anak sekecil itu sudah belajar menjadi tulang punggung.
Namun, tidak setiap hari langit bersahabat. Ada hari-hari di mana Satria pulang membawa semua es yang tak laku. Di momen seperti itu, ia hanya bisa diam. Wajah kecilnya murung, matanya berkaca-kaca. Ia sedih, bukan karena lelah, tetapi karena tahu neneknya sedang sakit, dan hari itu mungkin mereka tak bisa makan dengan layak.
Satria bukan hanya membutuhkan uang. Ia butuh harapan. Ia butuh pelukan hangat dari dunia yang tak berpaling. Di tengah usia yang seharusnya penuh canda dan tawa, ia memikul beban yang semestinya bukan miliknya. Tapi ia tetap berdiri, tetap menjual es dengan semangat yang tak mudah padam.

Sobat, mari jadi bagian dari harapan itu. Mari bantu meringankan langkah kecil Satria agar tidak harus berjalan sendiri dalam kesulitan. Saat dunia terlalu berat bagi pundak kecilnya, uluran tangan kita bisa jadi kekuatan yang ia butuhkan untuk terus bertahan.
![]()
Menanti doa-doa orang baik